Assalamu'alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Berbagi pengalaman mengenai pencarian kerja di internet. apabila kita merupakan fress graduated dan terutama lulusan SMA/Sederajat yang belum memiliki pengalaman, kita harus berhati-hati dalam menerima segala informasi yang kita dapat dari internet. terutama sekali informasi mengenai pekerjaan.
Tips untuk menghindari kemungkinan -kemmungkinan kita di bohongi informasi pekerjaan di internet:
1. Apabila kita mencari pekerjaan dan ingin melamar pekerjaan di suatu perusahaan, pastikan kita telah mencari informasi mengenai Profil perusahaan dan kredibilitas perusahaannya
2. Hindari pelamaran yang menggunakan SMS(Short MessageService)
3. Apabila kita memiliki banyak teman atau saudara maka tanyakan terlebih dahulu mengenai pekerjaan itu kepada mereka, atau kepada orang tua kita
4. Apabila kita di undang untuk interview maka sebelum kitz memasuki gedung perusahaannya , cobalah untuk bertanya kepada orang sekitar mengenai perusahaan tersebut. seperti apa yang Rasulullah pesankan kepada kita, seseorang bisa diketahui apakah dia orang yang baik atau tidak adalah melalui tetangganya
5. Lihat kondisi perusahaannya, bagaimana bangunannya dan petunjuk menuju perusahaannya,
sepengetahuan saya , perusahaan jarang yang akan meletakkan penunjuk arah di kaca depan perusahaanya. lihatlah apakan perusahaan itu punya security atau tidak
6. Lihat kondisi resepsionist nya dan keseluruhan kenampakan bangunan yang terdapt di dalamnya
7. Perhatikan segala hal yang menurut anda ganjal, mislanya di dalam perusahaan tidak terdapat komputer atau bahkan anda tidak melihat komputer sama sekali di dalam kantor tersebut.
8. Perhatikan juga bagaimana kenampakan peralatan yang terdapat di kantor tersebut. kondisi meja orang yang menginterview kita, apakah di sana terdapat lemari-lemari arsip atau tidak
9. Hati-hati apabila kita di tawarkan gaji yang tinggi dan posisi yang menggiurkan, apabila kita mencari pekerjaan maka kita harus memperhatikan juga kemampuan dan kualitas kita.
Apabila ada seseorang yang berada dalam perusahaan yang tidak terlalu baik, kondisi meja kerjanya pun tidak terlalu baik, tetapi dia menawarkan jabatan yang menggiurakn untuk kita. kita harus berfikir " Kenapa tidak dia saja yang mendaftar dalam posisi tersebut, mendapat gaji yang cukup untuk membeli jas dan bekerja di ruangan dan di depan meja yang baik.
10. Mulailah mencurigai apabila saudara mulai dimintai uang, atau embel-embel apapun untuk memulai bekerja.
dan yang paling terpentinga dari segalanya ini adalah berdoa kepada Allah Swt.
a. Berdoa sebelum mencari informasi dan pekerjaan
b. Berdoa saat akan melakukan wawancara atau interview
c. Berdoa setelah melakuakan interview dan pekerjaan lainnya
d. Berdoa untuk niat yang lurus dalam bekerja atau (Muamalah)
Semoga bermanfaat, Wassalamu'alaikum. Wr.Wb
Jumat, 26 April 2013
Minggu, 02 September 2012
PETANG BUKAN MALAM
Bismillahhirrahmanirrahim.
“Tuhan memberikan
hikmah kepada orang yang di kehendaki-Nya, barang siapa yang di beri-Nya hikmah
itu berarti dia telah mendapatkan kebaikan. Dan hanya orang yang mau
berfikirlah yang dapat mengambil pelajaran “ bunyi surat Al-Baqarah ayat 269
ini terdengar dalam telinga Rahma saat ini. Ia sedang mendengarkan radio dari
ponselnya, perjalanan yang cukup lama di isinya dengan mendengarkan radio agar
tidak terlalu bosan dalam perjalanan.
Ternyata mereka telah
sampai di depan jalan sekolah, Rahma kemudian turun dari mobil. Ia langsung
megambil barang-barangnya kemudian berjalan menunju ke sekolah. Tubuhnya masih
cukup lelah untuk berjalan walau beberapa meter saja. Liburan lima hari ke
Yogyakarta masih berbekas kala itu. Saat ini waktu menunjukkan pukul 4 pagi
menuju waktu subuh. Tak banyak yang menyempatkan diri untuk sebentar saja
berada di sekolah atau untuk melaksanakan shalat subuh berjama’ah di sekolah. Kebanyakan
dari mereka berniat menunggu penjemput untuk segera pulang ke rumah. Maklum, sekitar dua belas jam
perjalanan dari Yogya menuju Jakarta dengan sebelumnya sudah sejak pukul
delapan pagi mereka check out dari hotel. Kemudian mereka melanjutkan jadwal kunjungan
yang harus di kerjakan. Merupakan sebuah perjalanan yang melelahkan namun
sangat menyenangkan.
Adzan subuh telah
berkumandang. Rahma, beberapa teman dan guru-guru sekolahnya langsung
melaksanakan shalat subuh berjama’ah di musholah. Selepas shalat ternyata
ibunda Rahma telah berada didepan gerbang sekolah untuk menjemputnya.
Rahma melihat jalanan
yang cukup lengang dan kosong di sepanjang perjalanan. Hari yang masih pagi di
hari libur menyebabkan kemacetan belum terjadi di Jakarta. Ibu memboncengi
Rahma dengan sepeda motor kala itu, jadi seluruh kehidupan terlihat jelas dalam
penglihatan matanya. Jalan masih gelap karena matahari memang belum menampakkan
dirinya di Jakarta. Tetapi cahaya lampu cukup untuk menmbantu perjalanan sampai
ke rumah.
Sepanjang perjalanan
benak Rahma mulai berparadigma, dari balik cahaya terlihat sedikit bayang-bayang
kehidupan. Orang-orang yang hidup di dunia ini namun sering kali terabaikan dan
di lewati dengan begitu saja. Sebelum perjalanan ini –pun, telah ada sepenggal
bayangan yang di lewati oleh mata Rahma dalam gelapnya subuh hari ini.
Setelah turun dari
mobil dan sebelum sampai di depan gerbang sekolah ia melihat seseorang di pagi
buta itu. Seorang yang telah bercucur keringat dan perjuangan, ia adalah
seorang penyapu jalan raya. Selintas mata ini hal yang cukup biasa, tetapi
dalam selintas fikir ini di luar dari biasa. Pernahkah terfikirkan di subuh
hari banyak orang yang sulit bahkan harus tergopoh-gopoh untuk bangun
mengerjakan 2 rakaat shalat. Tetapi seseorang ini telah menyapui jalan dengan
tenaga dan keringat yang penuh dengan harapan. Banyak sekali orang yang masih
dalam keadaan mata yang jelek dan berdiri yang lesu untuk megucap takbir kepada
Allah swt. Tetapi seorang ini telah bersiap sebelum subuh berkumandang menuju
harinya dan menyambut gemuruh adzan, Subhanallah.
Tanpa sadar, hari-hari
kita ini harus merasa malu pada hal seperti ini yang jarang sekali orang mau
untuk berusaha memikirkan dan merenungkannnya. Membiarkan hidup kita terlenan
pada apa yang telah kita lakukan tanpa belajar banyak lagi pada orang lain atau
alam sekitar kita. Padahal Allah telah menyuruh kita untuk menjadikan setiap
kehidupan adalah pelajaran.
Jalan-jalan telah
terlintas, mata Rahma kini terjatuh pada seorang ibu yang duduk lesehan dengan
tumpukan sayuran di depannya. Dalam selintas mata ini sudah biasa, ibu penjual
sayur yang berjualan sayur di pagi hari. Karena kalau ibu ini berjualan di
siang hari pastilah sayur sudah menjadi layu dan tidak segar. Tetapi balik
layar seorang ibu pastilah tidak mungkin biasa. Sebelum waktu subuh, ibu
terbangun dalam lelap anak-anaknya. Ibu membersihkan rumah dan menyiapkan
sarapan untuk anak-anak dan suaminya. Kemudian ibu pergi ke pasar bersama bapak
yang belum berangkat bekerja untuk mencari sayuran. Sesampainya di pasar, ibu
memilih sayur kemudian bapak yang akan
memanggulnnya. Setelah semua di rasa cukup, di bawalah sayur ke tempat
penjualan, yaitu emperan toko yang belum membuka. Sungguh, bukankah keringat
itu menetes sebelum waktu subuh?.
Rahma menjadi berfikir,
begitu banyak anak bangsa seperti dia yang sulitnya untuk berterimakasih kepada
ibu untuk setiap subuh hari yang telah terjadi. Ibu yang telah membangunkan
mereka dari alam mimpi untuk sekedar dua rakaat
kewajiban mereka atau untuk keharusan mereka bersiap diri menyambut
kehidupan. Dan bahkan tanpa sadar banyak
dari mereka yang berkemul kembali tanpa memperdulikan suara ibu yang tersamar
bunyi minyak goreng dari balik dapur untuk membangunkan mereka. Padahal
perjuangan ibu di waktu itu semuanya dilakukan hanya untuk memberikan yang tebaik
untuk nya. Kemudian selintas Rahma berucap di dalam hati, ”Astagfirullah,
maafkan saya ibu”.
Tak lama kemudian
motornya melewati seseorang yang di belakangnya beliau menarik sebuah gerobak
yang berisi sesuatu di dalamnya. Isi dalam serobak itu memanglah tak terlihat
karena tertutup oleh gelap. Tetapi, dalam fikiran Rahma dia tahu persis apa
yang seseorang itu bawa. Gerobak itu berisi dengan sampah. Sampah yang beliau
kumpul untuk menyambung hidup selepas subuh. Sampah yang sering kali di
ributkan oleh masyarakat Jakarta kalau saja orang-orang seperti mereka ini
berhenti satu hari saja untuk mengangkut sampah-sampah itu.
Namun banyak warga
Jakarta yang tak segigih mereka untuk membuang sampah walau sepotong saja.
Sampah di buang begitu saja dari dalam mobil ke jalan raya, ke kali-kali yang
ada di Jakarta, atau membuang tumpukan sampah ke depan jalan raya merupakan
beberapa kebiasaan yang masih terjadi di ibu kota Indonesia ini.
Tetapi yang lebih
mengusik hati Rahma bukan hanya ini saja. Kemungkinan perlakuan yang mereka
dapatkan dan semua orang seperti mereka dalam kehidupan bermasyarakat, ini yang
paling mengusik hatinya. Kebanyakan dari kita memandang orang-orang ini dengan
sebelah mata dan menjadikan mereka orang bawah. Merasa ketidak nyamanan yang di
ekspresikan dengan tidak pantas saat bersama dengan mereka di karenakan sampah
yang mereka bawa. Padahal tanpa adanya mereka, apakabar ya Jakarta?. Pastilah
hamburan sampah menjadikan banjir berubah bukan lagi banjir air tetapi banjir sampah.
Kemudian yang tidak mungkin tidak terlihat oleh mata Rahna adalah supir-supir
angkutan umum dan para pengangkut barang, yang mengisi subuh hari dengan suara
mesin dan langkah kakinya.
Mereka yang saling
menemani kegiatan di waktu subuh yang masih gelap untuk saling memberikan
manfaat antar sesama hingga waktu petang
yang sebenarnya yaitu malam.
Sungguh suatu yang luar
biasa, perjuangan hidup orang-orang dalam himpit Jakarta.
Rahma jadi teringat sebuah ayat yang ia dengar di radio kemarin, ” ….Bersyukurlah kepada Allah!,sebab barang siapa yang bersyukur berarti dia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sungguh Allah Maha Kaya dan Tumpuan puji.”. Rahma menjadi berfikir bahwa hidup ini masih banyak yang harus di syukuri dan masih banyak yang harus di renungi.
Rahma jadi teringat sebuah ayat yang ia dengar di radio kemarin, ” ….Bersyukurlah kepada Allah!,sebab barang siapa yang bersyukur berarti dia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sungguh Allah Maha Kaya dan Tumpuan puji.”. Rahma menjadi berfikir bahwa hidup ini masih banyak yang harus di syukuri dan masih banyak yang harus di renungi.
Bersyukur atas sesuap
nasi, bersyukur atas sebuah jabatan dan kekuasaan, besyukur atas secuil
manisnya kehidupan yang masih perlu untuk di perjuangkan. Dan yang terpenting
bukanlah apa yang telah di berikan dalam kehidupan kita selama ini, tetapi yang
terpenting adalah kita tahu siapa yang telah memberikannya untuk kita.
“semoga hamba adalah
termasuk dalam golongan orang yang mampu untuk belajar dan bersyukur atas apa
yang telah Engkau berikan untuk hamba. Bukan seorang yang kufur akan
nikmat-nikmat –Mu. Dan terjauh dari dosa kecil maupun besar, Amiin”, adalah
sepotong doa yang Rahma panjatkan dari dalam hatinya setelah ia turun dari
motor dan menuju pintu rumah. Rahma sangat bersyukur atas renungan ini yang
begitu saja terfikirkan olehnya tanpa ia sengaja. Jalan belajar itu memang
begitu banyak kalau kita sedikit saja mau untuk peka pada kehidupan di sekeliling
kita. N
Senin, 13 Agustus 2012
Doa Yang Mustajab
Ya Allah, jangan kembalikan aku ke keluargakau, dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan."
picture from: google
Doa itu keluar dari mulut `Amru bin Jumuh, ketika ia bersiap-siap mengenakan baju perang dan bermaksud berangkat bersama kaum Muslimin ke medan Uhud. Ini adalah kali pertama bagi `Amru terjun ke medan perang, karena dia kakinya pincang. Didalam Al-Quran disebutkan: "Tiada dosa atas orang-orang buta, atas orang-orang pincang dan atas orang sakit untuk tidak ikut berperang." (QC. Al-Fath:17)
Karena kepincangannya itu maka `Amru tidak wajib ikut berperang, di samping keempat anaknya telah pergi ke medan perang. Tidak seorangpun menduga `Amru dengan keadaannya yang seperti itu akan memanggul senjata dan bergabung dengan kaum Muslimin lainnya untuk berperang.
Sebenarnya, kaumnya telah mencegah dia dengan mengatakan: "Sadarilah hai `Amru, bahwa engkau pincang. Tak usahlah ikut berperang bersama Nabi saw."
Namun `Amru menjawab: "Mereka semua pergi ke surga, apakah aku harus duduk-duduk bersama kalian?"
Meski `Amru berkeras, kaumnya tetap mencegahnya pergi ke medan perang. Karena itu `Amru kemudian menghadap Rasulullah Saw dan berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah. Kaumku mencegahku pergi berperang bersama Tuan. Demi Allah, aku ingin menginjak surga dengan kakiku yang pincang ini."
"Engkau dimaafkan. Berperang tidak wajib atas dirimu." Kata Nabi mengingatkan.
"Aku tahu itu, wahai Rasulullah. Tetapi aku ingin berangkat ke sana." Kata `Amru tetap berkeras.
Melihat semangat yang begitu kuat, Rasulullah kemudian bersabda kepada kaum `Amru: "Biarlah dia pergi. Semoga Allah menganugerahkan kesyahidan kepadanya."
Dengan terpincang-pincang `Amru akhirnya ikut juga berperang di barisan depan bersama seorang anaknya. Mereka berperang dengan gagah berani, seakan-akan berteriak: "Aku mendambakan surga, aku mendambakan mati: sampai akhirnya ajal menemui mereka.
Setelah perang usai, kaum wanita yang ikut ke medan perang semuanya pulang. Di antara mereka adalah "Aisyah. Di tengah perjalanan pulang itu `Aisyah melihat Hindun, istri `Amru bin Jumuh sedang menuntun unta ke arah Madianh. `Aisyah bertanya: "Bagaiman beritanya?"
"Baik-baik , Rasulullah selamat Musibah yang ada ringan-ringan saja. Sedang orang-orang kafir pulang dengan kemarahan, "jawab Hindun.
"Mayat siapakah di atas unta itu?"
"Saudaraku, anakku dan suamiku."
"Akan dibawa ke mana?"
"Akan dikubur di Madinah."
Setelah itu Hindun melanjutkan perjalanan sambil menuntun untanya ke arah Madinah. Namun untanya berjalan terseot-seot lalu merebah.
"Barangkali terlalu berat," kata `Aisyah.
"Tidak. Unta ini kuat sekali. Mungkin ada sebab lain." Jawab Hindun.
Ia kemudian memukul unta tersebut sampai berdiri dan berjalan kembali, namun binatang itu berjalan dengan cepat ke arah Uhud dan lagi-lagi merebah ketika di belokkan ke arah Madinah. Menyaksikan pemandangan aneh itu, Hindun kemudian menghadap kepada Rasulullah dan menyampaikan peristiwa yang dialaminya: "Hai Rasulullah. Jasad saudaraku, anakku dan suamiku akan kubawa dengan unta ini untuk dikuburkan di Madinah. Tapi binatang ini tak mau berjalan bahkan berbalik ke Uhud dengan cepat."
Rasulullah berkata kepada Hindun: "Sungguh unta ini sangat kuat. Apakah suamimu tidak berkata apa-apa ketika hendak ke Uhud?"
"Benar ya Rasulullah. Ketika hendak berangkat dia menghadap ke kiblat dan berdoa: "Ya Allah, janganlah Engkau kembalikan aku ke keluargaku dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan."
"Karena itulah unta ini tidak mau berangkat ke Medinah. Allah SWT tidak mau mengembalikan jasad ini ke Madinah" kata beliau lagi.
"Sesungguhnya diantara kamu sekalian ada orang-orang jika berdoa kepada Allah benar-benar dikabulkan. Diantara mereka itu adalah suamimu, `Amru bin Jumuh," sambung Nabi.
Setelah itu Rasulullah memerintahkan agar ketiga jasad itu dikuburkan di Uhud. Selanjutnya beliau berkata kepada Hindun: "Mereka akan bertemu di surga. `Amru bin Jumuh, suamimu; Khulad, anakmu; dan Abdullah, saudaramu."
"Ya Rasulullah. Doakan aku agar Allah mengumpulkan aku bersama mereka,: kata Hindun memohon kepada Nabi.
Author:
Help file dibuat oleh Heksa
Email heksa@bigfoot.com
Download Islam artikel di
http://sujud.cjb.net
Wassalam
Ukhuwah
Ini adalah sebuah kisah tentang kepemimpinan Ali ibn Abi Thalib dalam Khulafaurrasyidin yang sangat patut kita teladani.

picture from : google
Tidak ada khalifah yang paling mencintai ukhuwwah, ketika orang berusaha menghancurkannya, seperti Ali ibn Abi Thalib. Baru saja dia memegang tampuk pemerintahan, beberapa orang tokoh sahabat melakukan pemberontakan. Dua orang di antara pemimpin Muhajirin meminta izin untuk melakukan umrah. Ternyata mereka kemudian bergabung dengan pasukan pembangkang. Walaupun menurut hukum Islam pembangkang harus diperangi, Ali memilih pendekatan persuasif. Dia mengirim beberapa orang utusan untuk menyadarkan mereka. Beberapa pucuk surat dikirimkan. Namun, seluruh upaya ini gagal. Jumlah pasukan pemberontak semakin membengkak. Mereka bergerak menuju Basra.
Dengan hati yang berat, Ali menghimpun pasukan. Ketika dia sampai di perbatasan Basra, di satu tempat yang bernama Alzawiyah, dia turun dari kuda. Dia melakukan shalat empat rakaat. Usai shalat, dia merebahkan pipinya ke atas tanah dan air matanya mengalir membasahi tanah di bawahnya. Kemudian dia mengangkat tangan dan berdo'a: "Ya Allah, yang memelihara langit dan apa-apa yang dinaunginya, yang memelihara bumi dan apa-apa yang ditumbuhkannya. Wahai Tuhan pemilik 'arasy nan agung. Inilah Basra. Aku mohon kepada-Mu kebaikan kota ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya. Ya Allah, masukkanlah aku ke tempat masuk yang baik, karena Engkaulah sebaik-baiknya yang menempatkan orang. Ya Allah, mereka telah membangkang aku, menentang aku dan memutuskan bay'ah-ku. Ya Allah, peliharalah darah kaum Muslim."
Ketika kedua pasukan sudah mendekat, untuk terakhir kalinya Ali mengirim Abdullah ibn Abbas menemui pemimpin pasukan pembangkang, mengajak bersatu kembali dan tidak menumpahkan darah. Ketika usaha ini pun gagal, Ali berbicara di hadapan sahabat-sahabatnya, sambil mengangkat Al-Qur'an di tangan kanannya: "Siapa di antara kalian yang mau membawa mushaf ini ke tengah-tengah musuh. Sampaikanlah pesan perdamaian atas nama Al-Qur'an. Jika tangannya terpotong peganglah Al-Qur'an ini dengan tangan yang lain; jika tangan itu pun terpotong, gigitlah dengan gigi-giginya sampai dia terbunuh."
Seorang pemuda Kufah bangkit menawarkan dirinya. Karena melihat usianya terlalu muda, mula-mula Ali tidak menghiraukannya. Lalu dia menawarkannya kepada sahabat-sahabatnya yang lain. Namun, tak seorang pun menjawab. Akhirnya Ali menyerahkan Al-Qur'an kepada anak muda itu, "Bawalah Al-Qur'an ini ke tengah-tengah mereka. Katakan: Al-Qur'an berada di tengah-tengah kita. Demi Allah, janganlah kalian menumpahkan darah kami dan darah kalian."
Tanpa rasa gentar dan penuh dengan keberanian, pemuda itu berdiri di depan pasukan Aisyah. Dia mengangkat Al-Qur'an dengan kedua tangannya, mengajak mereka untuk memelihara ukhuwwah. Teriakannya tidak didengar. Dia disambut dengan tebasan pedang. Tangan kanannya terputus. Dia mengambil mushaf dengan tangan kirinya, sambil tidak henti-hentinya menyerukan pesan perdamaian. Untuk kedua kalinya tangannya ditebas. Dia mengambil Al-Quran dengan gigi-giginya, sementara tubuhnya sudah bersimbah darah. Sorot matanya masih menyerukan perdamaian dan mengajak mereka untuk memelihara darah kaum Muslim. Akhirnya orang pun menebas lehernya.
Pejuang perdamaian ini rubuh. Orang-orang membawanya ke hadapan Ali ibn Abi Thalib. Ali mengucapkan do'a untuknya, sementara air matanya deras membasahi wajahnya. "Sampai juga saatnya kita harus memerangi mereka. Tetapi aku nasihatkan kepada kalian, janganlah kalian memulai menyerang mereka. Jika kalian berhasil mengalahkan mereka, janganlah mengganggu orang yang terluka, dan janganlah mengejar orang yang lari. Jangan membuka aurat mereka. Jangan merusak tubuh orang yang terbunuh. Bila kalian mencapai perkampungan mereka janganlah membuka yang tertutup, jangan memasuki rumah tanpa izin, janganlah mengambil harta mereka sedikit pun. Jangan menyakiti perempuan walaupun mereka mencemoohkan kamu. Jangan mengecam pemimpin mereka dan orang-orang saleh di antara mereka."
Sejarah kemudian mencatat kemenangan di pihak Ali. Seperti yang dipesankannya, pasukan Ali berusaha menyembuhkan luka ukhuwwah yang sudah retak. Ali sendiri memberikan ampunan massal. Sejarah juga mencatat bahwa tidak lama setelah kemenangan ini, pembangkang-pembangkang yang lain muncul. Mu'awiyah mengerahkan pasukan untuk memerangi Ali. Ketika mereka terdesak dan kekalahan sudah di ambang pintu, mereka mengangkat Al-Qur'an, memohon perdamaian. Ali, yang sangat mencintai ukhuwwah, menghentikan peperangan. Seperti kita ketahui bersama, Ali dikhianati. Karena kecewa, segolongan dari pengikut Ali memisahkan diri. Golongan ini, kelak terkenal sebagai Khawarij, berubah menjadi penentang Ali. Seperti biasa, Ali mengirimkan utusan untuk mengajak mereka berdamai. Seperti biasa pula, upaya tersebut gagal.
Dari: Islam Aktual. Jalaluddin Rakhmat. Mizan, Jakarta 1991
Author:
Help file dibuat oleh Heksa
Email heksa@bigfoot.com
Download Islam artikel di
http://sujud.cjb.net
Wassalam
Orang Beriman
picture from: google
Imam Ahmad meriwayatkan dari Jarir bin Adullah dia berkata, "Kami pergi bersama Rasulullah saw.. Setelah kami meninggalkan Madinah, tiba-tiba ada seorang penunggang menuju ke arah kami. Rasulullah saw. bersabda, Sepertinya penunggang itu ada keperluan kepadamu.? Akhirnya, tibalah penunggang itu pada kami seraya memberi salam. Kami pun menjawab salamnya. Rasulullah saw. Bertanya kepadanya, Dari mana engkau? Dia menjawab, "Dari istriku, anakku, dan keluargaku. Beliau bertanya, Hendak ke mana kamu? Dia menjawab, Hendak menemui Rasulullah. Beliau bersabda, Kamu telah menjumpainya. Dia berkata, Ajarkanlah kepadaku apakah iman itu? Beliau bersabda, Hendaklah kmau bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, bahwa Muhammad merupakan Rasul Allah, kamu pun harus mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan beribadah haji ke Baitullah. Dia berkata, Sungguh aku mengakui "
Jarir melanjutkan, "Kemudian kaki depan unta orang itu masuk ke dalam lubang tikus yang besar sehingga unta pun terperosok, demikia pula orang itu terjatuh dengan kepala terbentur hingga ia mati. Maka Rasulullah bersabda, Saya harus menolong orang itu! Maka Amar bin Yasir dan Hudzaifah bin al-Yaman meloncat untuk memburu Nabi saw. Lalu keduanya mendudukkan beliau seraya berkata, Ya Rasulullah, orang itu sudah meninggal. "
Jarir berkata, "Maka Rasulullah berpaling dari kedua sahabat itu, lalu bersabda kepada keduanya, Apakah kamu berdua tidak melihat keberpalinganku dari orang itu? Sungguh saya melihat dua malaikat menyuapkan buah surga ke mulut orang itu sehingga tahulah saya bahwa dia mati dalam keadaan lapar! Kemudian Rasulullah saw. Bersabda, Orang ini termasuk orang-orang yang disifati Allah dalam firman-Nya, "
Orang-orang yang beriman dan mereka tidak mencampurkan keimanannya dengan kezaliman. Kemudian beliau melanjutkan, Bawalah saudaramu itu! Maka kami pun membawanya ke air, memandikannya, melumurinya dengan obat, mengafaninya, dan membawanya ke kubur.
Lalu, datanglah Rasulullah saw. Kemudian beliau duduk di pinggir kubur dan bersabda, Buatlah lahad (relung di lubang kubur) dan jangan membuat galian di tengah-tengah, sebab lahad itu untuk umat Islam sedang lubang di tengah untuk agama lain."
Author:
Help file dibuat oleh Heksa
Email heksa@bigfoot.com
Download Islam artikel di
http://sujud.cjb.net
Wassalam
Senin, 28 Mei 2012
Tips Menghafal al-Qur’an Bagi yang ‘Merasa’ Sibuk
Maaf.. saya tidak bisa ikut dulu,, saya sedang sibuk.. mungkin pekan depan!!
ndk sempat ke masjid karena sibuk!
ndk sempat ke pengajian karena sibuk!
ndk sempat pergi tarbiyah karena sibuk!
ndk sempat baca al-Qur’an karena sibuk!
ndk sempat dengar ceramah karena sibuk!
dan ndk sempat menghafal al-Qur’an karena sibuk!
Sibuk.. Sibuk! Sibuk.. hal ini sering kita jadikan alasan ! Kalau ditanya tentang kesibukan,, yaaa.. semua orang juga sibuk!! jangankan orang yang waras, orang gila juga sibuk.. hehe
Bagi yang merasa sibuk dan masih merasa kurang hafalannya dengan al-Qur’an, maka saya ingin berbagi bacaan dari Imam Auliya yang dipaparkannya dalam blog Wahdah Islamiyah. Berikut tipsnya
Menghafal Al Qur’an bukanlah perkara yang mudah, dibutuhkan keinginan yang kuat, keistiqamahan, kesabaran, dan disertai dengan UPAYA NYATA yakni mau memulai dan terus berusaha tanpa kenal lelah apalagi kata “MENYERAH”, namun menghafal Al Qur’an juga bukanlah amalan yang mustahil untuk dikerjakan OLEH SIAPA PUN, sampai kepada kita yang memiliki seabrek kesibukan lainnya, namun perlu kami ingatkan sekali lagi, bahwa harus SABAR dan ISTIQAMAH…!
jangan berfikiran bahwa dengan metode ini antum akan menghafal Al Qur’an dalam waktu setahun atau dua tahun, tidak Ikhwan dan Akhwat sekalian, bahkan metode ini membutuhkan waktu 15 hingga 30 tahun, TERLALU LAMA…? terserah penilaian antum bagai mana, namun setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI, mungkin antum khawatir akan diwafatkan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan hafalan…? Maka kami sampaikan bahwa SETIDAKNYA KITA BISA BERBAHAGIA KARENA MENINGGAL DALAM KONDISI MEMBAWA NIAT YANG MULIA YANG DIBENARKAN OLEH AMALAN YANG TENGAH KITA LAKUKAN, dan juga antum jangan berfikiran bahwa ini adalah pekerjaan yang mudah untuk dikerjakan tanpa kesabaran, keistiqamahan, dan tindakan nyata, sebab tanpa semua itu berarti antum hanyalah BERANGAN-ANGAN…!
Syarat yang WAJIB untuk antum penuhi sebelum melaksanakan metode ini adalah:
1. Niat karena mengharap Keridhaan Allah.
2. Mampu membaca Al Qur’an dengan tartil (tajwid yang benar), atau setidaknya antum terus berusaha untuk memperbaiki kualitas bacaan Al Qur’an antum.
Berikut adalah metode yang Alhamdulillah telah kami buktikan sendiri dalam kurun waktu yang belum genap setahun ini:
1. Mulailah menghafal dari Juz 30 atau juz 29 atau juz 28, setelah itu silahkan mulai dari Juz 1 dan seterusnya.
2. Gunakan Mushaf Al Qur’an Huffadzh, yakni Al Qur’an cetakan standard international, di mana setiap juz-nya rata-rata terdiri dari +/- 10 lembar (20 halaman; di mana setiap halaman maksimal terdiri dari 15 baris), usahakan istiqamah dengan satu mushaf, tapi bukanlah alasan untuk tidak menghafal ketika suatu ketika antum lupa membawa mushaf antum, tetaplah menghafal meski dengan mushaf yang berbeda, ini hanya untuk lebih memudahkan antum dengan sebuah kebiasaan.
3. Persiapkan diri dengan mengatur 5 waktu khusus untuk menghafal dalam sehari, dan kami sangat menyarankan bahwa waktu tersebut adalah setiap antum selesai menunaikan shalat fardhu.
4. Setiap waktu tersebut, hafalkanlah 1 baris, jika hal tersebut masih terlalu berat bagi antum maka cukup hafal setengah baris saja setiap selesai shalat fadhu, dan jika setengah baris ini masih memberatkan bagi antum, maka ‘afwan karena kami hanya mampu menyarankan kepada antum PERBANYAKLAH ISTIGHFAR…!!! (Ikhwan dan Akhwan sekalian, dengan menghafal 1 baris setiap selesai shalat fardhu, berarti insyaa Allah dengan kesabaran dengan keistiqamahan, antum akan Menghafal seluruh Al Qur’an dalam waktu 15 tahun, dan jika antum hanya sangguf menghafal setengah baris setiap waktu yang telah ditentukan tersebut, maka insyaa Allah dengan kesabaran dan keistiqamahan, maka antum akan menghafal seluruh Al Qur’an dalam waktu 30 tahun, sekedar mengingatkan bahwa setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI).
5. Jika memungkinkan, cobalah antum mencari sahabat atau teman yang bisa ikut menghafal bersama antum, sebab hal tersebut akan lebih menguatkan bagi antum, boleh dari saudara, teman, istri, atau suami, namun jika tak ada satu pun maka sendiri juga insyaa Allah tidak mengapa, ANTUM PASTI BISA…!!!
6. Jika antum memiliki media yang memungkinkan untuk membantu antum seperti HP, MP3/MP4 Player, atau apa saja yang dilengkapi dengan fasilitas recorder & playback maka gunakanlah media tersebut, rekam suara (bacaan) antum pada media tersebut agar antum bisa mendengarnya di setiap kesempatan sebelum tiba waktu selanjutnya, kegiatan ini sebagai media muraja’ah dengan pendengaran sekaligus melatih telinga kita untuk terbiasa tidak mendengar hal-hal yang sia-sia seperti lagu dan musik.
7. Banyak-banyak berdo’a kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar dimudahkan, diistiqamahkan untuk menghafal Al Qur’an, juga agar diberi usia, kesehatan, dan kesempatan untuk menyelesaikan cita-cita mulia ini.
8. Gunakan kesempatan Qiyam Al Layl sebagai waktu tambahan untuk memuraja’ah hafalan-hafalan antum.
KESIMPULAN DARI PENERAPAN METODE INI:
1. Jika antum menghafal 1 baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur’an dalam waktu 15 tahun, dengan kata lain “TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 2 JUZ”.
2. Jika antum menghafal setengah baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur’an dalam waktu 30 tahun, dengan kata lain “TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 1 JUZ”.
KELAMAAN IKHWAN DAN AKHWAT SEKALIAN…???
SEKALI LAGI… INGATLAH PESAN KAMI INI:
IKHWAN… SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI…!!!
AKHWAT… SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI…!!!
Jika suatu ketika antum futhur (lesuh semangat) dalam menggapai cita-cita mulia ini, maka ingatlah (bacalah) kembali hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam tentang keutamaan dan kemualiaan para penghafal Al Qur’an, dan ingatlah kedua ibu bapak antum yang pastinya ingin untuk dipakaikan Pakaian Kemuliaan beserta Mahkota kemuliaan di Akhirat kelak.
Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa melindungi kita dari kefuhuran, dan menjadikan kita semua sebagai hamba-hambanya yang hafal Al Qur’an, mengamalkan, dan mendakwahkannya, serta mematikan kita semua dalam kondisi dada yang menyimpan Al Qur’an beserta kemuliaannya. Aamiin
– saiia Ayuwati Ariyani –
siapa yang berkomitmen menjadi penghafal, maka ingatlah bahwa Penghafal Al Qur’an adalah keluarga Allah ‘Azza wa Jalla.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Ia itu ahli Qur’an (orang yang membaca atau menghafal Al- Qur’an dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.
siapa yang berkomitmen menjadi penghafal, maka ingatlah bahwa Penghafal Al Qur’an adalah keluarga Allah ‘Azza wa Jalla.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Ia itu ahli Qur’an (orang yang membaca atau menghafal Al- Qur’an dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.
Sebab-Sebab Malas Beribadah (disertai Tips-Tips Meningkatkan Semangat Ibadah)
Sebab pertama dari beberapa sebab yang menjadikan seorang malas dalam beribadah adalah bergelimang dalam dosa dan maksiat
Sufyan Ats-Tsauri pernah menuturkan, "Saya pernah tidak bisa menjalankan shalat tahajjud selama 5 bulan. Hanya karena 1 dosa yang dulu aku lakukan." (atau ucapan yg senada)
Nah, bagaimana dengan kita?
Seorang muslim yang bergelimang maksiat dan terkhusus dosa kecil yang sering diremehkan dan dilupakan kebanyakan manusia adalah salah satu sebab lesu, malas dan meremehkan ibadah dan ketaatan. Jika seorang malas beribadah, maka ia terancam dengan kemurkaan Alloh. Tahukah Anda, apa kemurkaan Allah tersebut ?
Sungguh Alloh akan melenyapkan manisnya iman, tidak mengaruniakan kepadanya kelezatan dalam ketaatan. Inilah murka Alloh yang akan menimpanya, selanjutnya ia tidak mampu mengerjakan ketaatan dan ibadah, padahal meraih ketaatan dan ibadah adalah sebab meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh sebab itu Allohu subhanahu wata’ala berfirman
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syura:30)
Maka dari itu, hendaklah seorang muslim menjauhi perbuatan maksiat dan dosa-dosa kecil yang dianggap remeh. Oleh sebab itu jauh hari Rasululloh Shollalahu a’alaihi wassalam mengingatkan kita dengan sabdanya,
“jauhilah dosa-dosa kecil, karena jika ia bertumpuk-tumpuk pada seseorang, maka ia akan mencelakakan orang tersebut.”
Jauhilah segala dosa kecil dan besar itulah ketaqwaan, jadilah engkau seperti orang yang berjalan di atas jalan berduri yang selalu waspada, janganlah engkau meremehkan dosa kecil, karena sebuah gunung itu tersusun dari batu-batu kecil
Kedua : Tidak Faham Tentang Urgensi Ibadah
Sebab kedua yang membuat seseorang malas mengerjakan ketaatan dan ibadah adalah melupakan urgensi ibadah. Diantara bentuk kelalaian seseorang adalah melupakan dirinya bahwa ia adalah mahluk yang lemah, hanya karena kehendak dan kekuatan Alloh sajalh ia menjadi kuat dalam menjaga dan mengerjakan ketaatan dan ibadah.
Seorang muslim harus mengetahui dan memahami bahwa beribadah dan beramal shalih adalah sebab dan inti mendapatkan bantuan dan pertolongan Alloh, sesungguhnya tekun mengerjakan amal shalih adalah cara meraih pertolongan Alloh subhanahu Wata’ala
Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman
“dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”(QS. Al-ankabut:69)
Ketiga : Melupakan Kematian
Diantara sebab malas dalam beribadah adalah melupakan kematian dan kejadian-kejadian setelahnya. Wahai saudaraku, sungguh melupakan kematian dan kesulitan-kesulitan setelahnya adalah penyebab seseorang malas untuk beribadah, taat dan malas beramal shaleh.
Sungguh seorang yang melupakan kematian dapat dipastikan ia akan malas beribadah, maka dari itu bagi setiap muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak mengingat penghancur (pemutus) segala kenikmatan. Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.”(QS. Ali Imran : 185)
Ya, Kematian adalah obat bagi orang yang panjang angan-angan, orang yang keras hatinya dan yang banyak dosa. Oleh sebab itu Rasulullah Shollalahu ‘alaihi Wasallah bersabda “perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan.”
Keempat : Tidak Tahu Besarnya Pahala Suatu Ibadah
Wahai saudaraku….
Diantara sebab malas beribadah dan malas mengerjakan ketaatan adalah tidak tahu besarnya pahala suatu ibadah. Sungguh tidak mengetahuinya adalah sebab malas melakukan ibadah dan ketaatan, jika seseorang mengetahui besarnya suatu ibadah, niscaya ia akan rajin mengerjakannya.
Maka dari itu, aku wasiatkan kepada kalian wahai kaum muslimin… hendaklah bersungguh-sungguh untuk memahami keutamaan ibadah dengan membaca buku-buku yang menjelaskan akan keutamaan dan ganjaran ibadah itu. Karena jika seseorang mengetahui keutamaan dan besarnya pahala suatu ibadah ia akan bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah.
Kelima : Berlebih-lebihan Dalam Hal Yang Mubah
Diantara sebab malas mengerjakan ibadah dan ketaatan adalah berlebih-lebihan dalam perkara mubah. Yaitu dalam hal makanan, minuman, pakaian, dan kendaraan serta yang lainnya. Seluruhnya adalah penyebab malas beribadah, karena berlebih-lebihan dalam hal tersebut dapat menyebabkan lesu, ingin mudah istirahat dan tidur.
Berlebih-lebihan dalam perkara mubah seperti dalam makanan dan minuman adalah penyebab kerasnya hati. Karena hati akan bersih dan lembut jika dalam kondisi lapar dan sedikit makan dan hati akan menjadi keras jika dalam kondisi kenyang, hal ini adalah sunnatulloh yang tidak pernah berubah. Celakalah orang yang keras hatinya dan tidak ingat Alloh. Bahkan seorang muslim yang bersungguh-sungguh dalam beribadah, mengerjakan kebaikan dan ketaatan bahkan bercapek-capek mengerjakan sholat tahajud pun tidak akan merasakan lezat dan manisnya ibadah jika berlebihan dalam perkara mubah tersebut.
Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata “Banyak mengkonsumsi makanan adalah sebuah penyakit yang akan menimbulkan keburukan, banyak makan dapat menjerumuskan anggota badan untuk melakukan maksiat, dan berat untuk melakukan ketaatan. Maka cermatilah keburukan ini.”
Wallohu ‘alam
=======================================

Tujuh Tips untuk meningkatkan semangat ibadah,
Tips Ustadz Tate Qomaruddin (Memahami Fadhilah Ibadah)
- Kenali dan pahami keutamaan (fadhilah) setiap ibadah. Bacalah ayat-ayat Qur’an atau hadits shahih yang menerangkan keutamaan ibadah.
- Ubah lintasan hati untuk melakukan ibadah menjadi keinginan, lalu tekad. Caranya dengan selalu mengingat bahwa hidup kita belum tentu masih panjang.
- Sering mengadakan berkumpul (majelis, halaqah) untuk saling menasehati dan mengingatkan.
- Sering-sering “menengok” bagaimana para sahabat dan tabi’in bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah (membaca sirah/perjalanan hidupnya).
- Bersikap menengah (sedang-sedang saja) dalam melaksanakan ibadah. Jangan memforsir diri secara berlebihan. Karena ibadah yang baik adalah yang dilakukan secara dawam (kontinyu) walaupun sedikit.
- Mintalah kepada orang tedekat untuk mendorong melaksanakan ibadah atau mengingatkan apabila kita lalai dalam beribadah.
- Berdo’a. Diantara do’a yang diajarkan adalah “Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika” (Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, untuk bersyukur kepada-Mu, dan untuk melaksanakan ibadah kepada-Mu secara baik).
Tips Dr. Setiawan Budi Utomo (Buat Divesifikasi Ibadah)
- Perbesar kerinduan untuk "berkomunikasi dan bermesraan" dengan Allah SWT.
- Rasakan hati seperti kering, hampa, dan ada yang hilang bila berkurang ibadah.
- Jadikan ibadah sebagai media relaksasi jiwa, penguatan mental, dan rekreasi sukma.
- Cobalah melakukan diversivikasi dan penghayatan ibadah untuk membuang kejenuhan.
- Tingkatkan dorongan mensyukuri nikmat untuk menyingkirkan kemalasan ibadah.
- Yakinilah ibadah sebagai sumber kekuatan, media konsolidasi dan mobilisasi hidup.
- Hindarilah kemaksiatan lahir dan batin yang menghalangi kelezatan ibadah.
Tips Ustadzah Helini (Amal Sebagai Investasi Abadi)
- Memahami tujuan hidup Ibadah kepada Allah SWT adalah merupakan tujuan dari penciptaan kita. Apapun bentuk amal perbuatan kita harus dilakukan dengan kesadaran bahwa Allah SWT selalu berada bersama kita dan mengawasi gerak-gerik kita.
- Memahami nilai dunia dibandingkan akhirat Dunia bukanlah segala-galanya.
- meyakini dengan sepenuhnya konsep perhitungan (yaumul hisab) Setiap amal sekecil apapun ada nilai dan pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT.
- Mengakrabkan diri dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah
- Menghindari semua bentuk kemaksiatan dan dosa-dosa kecil
- Mengingat bahwa kematian itu datang secara mendadak
- Memohon pertolongan dan bantuan pada Allah SWT
tabloid/majalah ummi edisi 9/XII/2000
Tentang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) merupakan perguruan tinggi kedinasan yang berada dalam naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan yang diselenggarakan oleh STAN bertujuan untuk menghasilkan tenaga ahli-tenaga ahli di bidang keuangan negara dengan spesialisasi tertentu seperti Akuntansi, Perpajakan, Pajak Bumi dan Bangunan/Penilai, Kebendaharaan Negara, Kepabeanan dan Cukai, dan Kepiutanglelangan. Oleh karena itu, para lulusan dibekali pengetahuan dan keterampilan serta keahlian profesional sesuai dengan spesialisasinya dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai dan mencetak kader-kader pengelola keuangan negara pada unit-unit di lingkungan Departemen Keuangan dan instansi pemerintah lainnya seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 71/KMK.05/2008 tanggal 31 Maret 2008, STAN ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU).
Alamat Kampus
Jl. Bintaro Utama Sektor V, Tangerang Selatan
Banten – Indonesia 15222
Telepon : (021) 7361654-58
Faksimili: (021) 7361653
Pendaftaran USM Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dibuka kembali
bagi calon mahasiswa tahun ajaran 2012-2013. STAN berada dibawah naungan
departemen keuangan RI yang menyelenggarakan program pendidikan diploma
keuangan. Visi dari STAN sendiri adalah untuk mendidik generasi penerus
bangsa yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam bidang akuntansi
dan keuangan sektor publik. Serta mempersiapkan mahasiswa sebagai
pegawai negeri sipil yang berdisiplin tinggi dan memiliki loyalitas
pengabdian terhadap negara dengan moralitas dan dedikasi yang mulia.
Berikut ini adalah persyaratan bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar:
A. Syarat Pendaftaran:
1. Berijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat untuk semua bidang keahlian/jurusan.
2. Nilai rata-rata pada ijazah tidak kurang dari 7,00 (tujuh koma nol nol) dan nilai tersebut bukan hasil pembulatan.
3. Nilai Bahasa Inggris pada ijazah minimal 7,00 (tujuh koma nol nol)
[bagi lulusan 2010 atau sebelumnya adalah nilai ujian tertulis (bukan
praktik)].
4. Bagi pendaftar yang menggunakan ijazah dari sekolah di luar negeri,
ijazah yang bersangkutan harus disahkan oleh Kementerian Pendidikan
Nasional. Apabila nilai dalam ijazah tidak berupa angka, ijazah tersebut
harus dilampiri surat keterangan dari sekolah yang bersangkutan tentang
nilai rata-rata dalam angka dengan skala 10.
5. Usia berdasarkan tanggal lahir yang tercantum dalam ijazah tidak
kurang dari 17 tahun pada tanggal 30 September 2011 dan tidak lebih dari
20 tahun pada tanggal 1 September 2011.
6. Berbadan sehat, tidak cacat badan, dan bebas dari narkoba (narkotika dan obat terlarang).
7. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan.
8. Khusus untuk Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, ditambahkan persyaratan sebagai berikut:
a. Berjenis kelamin laki-laki;
b. Tinggi badan minimal 165 cm;
c. Tidak buta warna;
d. Bagi yang memiliki mata minus, tingkat minus mata yang diperbolehkan maksimal adalah minus 3.
9. Menyetor biaya pendaftaran USM sebesar Rp150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah).
B. TATA CARA PENDAFTARAN
1. Tahapan pendaftaran meliputi:
a. pengisian formulir pendaftaran online (e-registrasi);
b. pengiriman berkas pendaftaran;
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT JENDERAL GEDUNG
DJUANDA I DEPKEU LT.4 JALAN DR. WAHIDIN NO. 1 JAKARTA 10710 KOTAK POS 21
TELEPON : 3852143 FAKSIMILE: 3844784 WEBSITE: WWW.SETJEN.DEPKEU.GO.ID
c. penyetoran biaya pendaftaran setelah calon peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi; dan
d. pengambilan Bukti Peserta Ujian (BPU).
2. Calon peserta hanya dapat melakukan pengisian formulir pendaftaran
online (e-registrasi) melalui situs http://usm.stan.ac.id pada tanggal 8
s.d. 17 Juli 2011.
3. Berkas yang harus dikirimkan oleh calon peserta:
a. hasil cetak formulir pendaftaran online yang telah diisi secara
lengkap dan ditempel pas foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 cm;
b. satu lembar fotokopi ijazah atau ijazah sementara/SKL/SKHU (bagi
lulusan tahun 2011 yang pada saat pendaftaran belum memperoleh ijazah)
yang telah dilegalisasi oleh Kepala Sekolah/pejabat yang berwenang;
c. satu lembar fotokopi rapor tahun terakhir (Kelas XII Semester
Ganjil dan Semester Genap) yang telah dilegalisasi oleh Kepala
Sekolah/pejabat yang berwenang.
4. Berkas sebagaimana butir 3 di atas dikirimkan dalam amplop tertutup
via pos kilat khusus mulai tanggal 8 s.d. 18 Juli 2011 (cap pos) kepada
Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STAN Tahun 2011 dengan alamat PO BOX
STAN JKS 12000.
5. Pengumuman hasil seleksi administrasi dan jadwal pengambilan BPU bagi
calon peserta ujian dapat dilihat melalui situs http://usm.stan.ac.id
pada tanggal 29 Juli 2011.
6. Calon peserta yang lolos seleksi administrasi dapat melakukan
pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp150.000,00 (seratus lima puluh
ribu rupiah) ke rekening Bendahara Administrasi Keuangan BLU STAN pada
Bank Mandiri nomor 128-00-0554888-5, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. setoran dapat dilakukan di setiap bank umum;
b. periode penyetoran adalah tanggal 29 Juli s.d. 5 Agustus 2011 (sebelum pengambilan BPU);
c. bukti setor harus atas nama calon peserta ujian;
d. panitia tidak menerima bukti setor kolektif;
e. bukti setor harus disahkan/divalidasi petugas bank (tidak melalui ATM, Phone Banking, Internet Banking, dan lain-lain);
f. uang yang telah disetor tidak dapat diminta kembali dengan alasan apa pun.
7. Setelah melakukan pembayaran, calon peserta melakukan pengambilan
sendiri BPU (tidak dapat diwakilkan) di lokasi ujian sesuai dengan
jadwal yang telah ditentukan sebagaimana butir 5 dengan:
a. menunjukkan hasil cetak formulir pendaftaran online;
b. menyerahkan bukti setor bank yang asli;
c. menyerahkan pasfoto yang sama dengan yang ditempel pada formulir pendaftaran ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar; dan
d. menunjukkan bukti diri asli yang berfoto (ijazah/KTP/SIM/Paspor/Kartu Pelajar).
8. Pendaftar yang tidak memenuhi ketentuan butir 1 s.d. 7 di atas tidak akan dilayani dan dianggap gugur.
Untuk informasi yang lebih lengkap tentang syarat dan cara pendaftaran
ujian saringan masuk STAN 2012, silahkan mengunjungi
website http://www.depkeu.go.id, http://bppk.depkeu.go.id, dan
http://www.stan.ac.id.
Tentang Universitas Al Azhar -Kairo

Fakultas-fakultas
Saat ini Al Azhar mempunyai 41 fakultas. 19 fakultas berada di Kairo, dan selebihnya tersebar di berbagai propinsi. Ada sedikit perbedaan antara fakultas Al Azhar putra dan fakultas Al Azhar putri. Fakultas Al Azhar putra terdiri dari:
Fakultas Ushuluddin, dengan 4 jurusan; tafsir dan ilmu-ilmu Al Quran, hadits dan ilmu-ilmu hadits, aqidah dan filsafat, dan dakwah dan peradaban Islam.
Fakultas Syari’ah. Pada program S1, fakultas ini mempunyai 2 jurusan; syari’ah Islamiyah, dan syari’ah dan hukum umum. Sedang pada program S2 terdapat 4 jurusan; ushul fiqh, perbandingan mazdhab, politik perundang-undangan dan fiqih umum.
Fakultas Dakwah. Pada fakultas ini, jurusan baru ada pada program S2, yaitu menjadi 2 jurusan; perbandingan agama, dan kebudayaan Islam.
Fakultas Bahasa Arab dengan 3 jurusan; bahasa dan sastra Arab, sejarah dan kebudayaan, dan juranalistik.
Fakultas Bahasa dan Terjemah
Fakultas Perdagangan dan Ekonomi
Fakultas Pendidikan
Fakultas Kedokteran
Fakultas Farmasi
Fakultas Teknik
Fakultas Ilmu Pasti Alam
Fakultas Pertanian.
Sedang fakultas-fakultas Al Azhar Putri terdiri dari:
Fakultas Ushulidin
Fakultas Syari’ah
Fakultas Bahasa Arab
Fakulatas Studi Sosial
Fakultas Kedokteran
Fakultas Ilmu Pasti Alam
Fakultas Perdagangan
Untuk fakultas-fakultas umum, bagi orang asing yang tidak mendapat beasiswa diwajibkan membayar uang kuliah (karena dianggap mampu), sebaliknya yang mendapat beasiswa dibebaskan dari uang kuliah.
Program Akademi
Pada setiap fakultas di Al Azhar terdapat 3 program; program S1, S2, dan S3. Program S1 dengan masa kuliah 4 tahun, kecuali pada fakultas Syari’ah dan Hukum Umum yang mempunyai masa kuliah 5 tahun. Lulusan program ini mendapat gelar Licence (Lc). Ketentuan-ketentuan lain pada program ini, untuk bisa naik ke tingkat selanjutnya mahasiswa harus lulus pada setiap mata kuliah atau maksimal dua mata kuliah yang tertinggal.
Di samping itu, bagi mahasiswa asing (selain negara-negara Arab) diwajibkan menghafal 2 juz Al Quran, dan 7,5 juz bagi mahasiswa yang berasal dari negara-negara Arab untuk setiap tingkat. Jadi sampai tingkat empat mahasiswa non Arab harus menguasai 8 juz, dan 30 juz bagi mahasiswa asal Arab. Ujian dilaksanakan 2 kali setahun (sistim semester). Setengah dari jumlah mata kuliah pada semester pertama, dan sisanya pada semester ke dua. Jika ada satu yang gagal pada semester pertama maka akan diulang pada semester ke dua. Kesempatan mengulang dalam satu tingkat hanya diberikan maksimal 3 tahun. Kalau masih gagal juga terpaksa akan dikeluarkan.
Program Master (S2)
Masa kuliah pada program ini hanya dua tahun, ditambah dua tahun lagi untuk menulis risalah (thesis) untuk meraih gelar MA (Master of Art). Persyaratan untuk masuk program ini harus hafal 8 juz Al Quran bagi mahasiswa non Arab, dan 30 juz bagi mahasiswa asal Arab.
Untuk bisa naik ke tingkat dua, harus lulus semua mata kuliah.Ujian diadakan dalam dua gelombang. Jika ada satu yang gagal dalam gelombang pertama maka akan diulang pada gelombang ke dua. Sama dengan program licence (S1), pada program S2 ini kesempatan mengulang dalam satu tingkat diberikan maksimal 3 tahun. Penulisan risalah baru bisa dilaksanakan setelah kerangka risalah diajukan ke dosen pembimbing dan dinyatakan diterima.
Program Doktor (S3)
Pada program ini tidak ada masa kuliah lagi. Jadi langsung menulis disertasi untuk meraih gelar doktor. Tema disertasi juga harus mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing.
Sumber : http://pcinu-mesir.tripod.com/news/info/isinfo/lama/azhar.htm
Tawaran beasiswa sarjana (S1) ke Universitas Al-Azhar Mesir
kembali dibuka untuk 2012/2013. Beasiswa ini merupakan bentuk tindak lanjut kerjasama pemerintah Indonesia dan Mesir selama ini. Selain beasiswa di Al-Azhar, juga tersedia beasiswa di Universitas Afrika Internasional Khartoum dari pemerintah Sudan untuk jenjang yang sama. Di Sudan, beasiswa diberikan untuk bidang studi pada Fakultas Syari'ah, Fakultas Tarbiyah dan Adab, Fakultas Ekonomi, Diploma Tarbiyah, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran.Bagi calon mahasiswa Indonesia ke Mesir, Kementerian Agama akan melakukan penyeleksian dengan menguji kemampuan akademik, hafalan/bacaan Al-Qur’an dan bahasa Arab, baik untuk program beasiswa maupun non beasiswa sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan oleh Universitas Al-Azhar Mesir.
Persyaratan dan Ketentuan Mengikuti Seleksi
1. Warga Negara RI yang beragama Islam.
2. Mengisi formulir pendaftaran online melalui website : www.ditpertais.net
3. Pas photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar
4. Melampirkan foto copy ijazah madrasah aliyah/pondok pesantren/sederajat yang telah dilegalisir Kementerian Agama setempat dengan ketentuan sebagai berikut :
a). Usia ijazah tidak lebih dari 2 (dua) tahun.
b). Bagi yang belum memiliki ijazah (STTB), harus melampirkan surat keterangan lulus dari sekolah.
5. Bagi pendaftar beasiswa ke Sudan harus menyerahkan ijazah dan akte kelahiran yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
6. Semua persyaratan diserahkan dalam 2 rangkap.
7. Pendaftar diperbolehkan mendaftar ke Sudan maupun Mesir.
8. Semua persyaratan di atas diserahkan sehari sebelum seleksi ke lokasi ujian yang dipilih.
Waktu Pendaftaran dan Tempat Pelaksanaan Ujian
1. Sudan
~ Pendaftaran online melalui website : www.ditpertais.net, tanggal 17 April 2012 s.d. 4 Mei2012
~ Waktu Pelaksanaan seleksi diatur sebagai berikut:
Ujian digelar Sabtu, 12 Mei 2012. Ujian tulis pukul 09.00-11.00 (WIB) atau 10.00-12.00 (WITA). Ujian lisan pukul 12.00-selesai (WIB) atau 13.00-selesai (WITA).
~ Lokasi Ujian
1. Kementerian Agama RI Jakarta (Jl. Lapangan Banteng Barat No.3-4 Jakarta)
2. UIN Sulthan Syarif Kasim Riau Pekanbaru (Jl. H.R.Soebrantas No.155 KM 18 Simpang Baru Panam,Pekanbaru)
3. IAIN Sunan Ampel Surabaya (Jl. Jend. A. Yani No.117 Tromol Surabaya)
4. UIN Ala’uddin Makassar (Jl. Sultan Alauddin No. 36, Samata Gowa Sulsel)
2. Mesir
~ Pendaftaran online melalui website : www.ditpertais.net, tanggal 30 April 2012 s.d. 23 Mei2012
~ Waktu Pelaksanaan seleksi diatur sebagai berikut :
Ujian digelar Kamis, 31 Mei 2012. Ujian tulis pukul 9.00-11.00 (WIB) atau 10.00-12.00 (WITA). Ujian lisan pukul 12.00-selesai (WIB) atau 13.00-selesai (WITA).
~ Lokasi Ujian
1. Kementerian Agama RI Jakarta (Jl. Lapangan Banteng Barat No.3-4 Jakarta)
2. IAIN Sumatera Utara Medan (Jl. Willieem Iskandar Pasar V Medan Estate Medan)
3. Kantor Wilayah Kementerian Agama Jambi (Jl. Jend. A. Yani No. 13 Telanaipura Jambi)
4. IAIN Sunan Ampel Surabaya (Jl. Jend. A. Yani No.117 Tromol Surabaya)
5. UIN Ala’uddin Makassar (Jl. Sultan Alauddin No. 36, Samata Gowa Sulsel)
6. IAIN Antasari Banjarmasin (Jl. A. Yani Km.4,5 Banjarmasin)
Materi Ujian
1. Ujian Tulis (menggunakan bahasa Arab) meliputi : bahasa Arab (memahami teks, tata bahasa dan insya’) dan Pengetahuan Agama Islam.
2. Ujian Lisan (menggunakan bahasa Arab) meliputi : bahasa Arab (percakapan, terjemah dan pemahaman teks) dan hafalan/bacaan Al-Qur’an minimal 2 juz;
3. Bagi pendaftar yang memilih bidang studi umum ke Sudan akan mengikuti materi ujian berbahasa Inggris.
Hasil Seleksi
Hasil seleksi beasiswa dan non beasiswa ke Mesir akan diumumkan oleh Kementerian Agama tanggal 7 Juni 2012 melalui website: www.ditpertais.net, sedangkan hasil seleksi untuk beasiswa ke Sudan diumumkan satu atau dua bulan setelah diadakannya seleksi karena kelulusannya ditentukan langsung oleh pihak Univ. Afrika Internasional Khartoum Sudan.
Peserta seleksi beasiswa dan non beasiswa ke Mesir yang dinyatakan lulus akan mengikuti seleksi tahap kedua di Jakarta. Pengujinya langsung dari Universitas Al-Azhar Mesir. Adapun waktu dan tempat ujian akan diumumkan lebih lanjut.
Tim Pelaksana Seleksi
1. Tim pelaksana Pusat dibentuk dan ditunjuk oleh Dirjen Pendidikan Islam.
2. Tim pelaksana Daerah dibentuk dan ditunjuk oleh Rektor UIN/IAIN/Ketua STAIN bersangkutan.
3. Tim Penguji beasiswa ke Sudan ditunjuk langsung oleh Kedutaan Besar Sudan Jakarta.
4. Tim Penguji baik tulis maupun lisan non beasiswa ke Mesir ditunjuk oleh Dirjen Pendidikan Islam dan keputusan tim penguji tidak dapat diganggu gugat.
5. Tim Penguji tahap kedua ke Mesir ditunjuk langsung oleh Rektor Universitas Al-Azhar Mesir.
Resorce: http://pendis.kemenag.go.id
Tiga Gerbang Masuk Program Sarjana Universitas Indonesia

Gerbang 1. SPMB
SPMB adalah seleksi penerimaan calon mahasiswa/i yang diselenggarakan secara Nasional sebagai pengganti Ujian Masuk PTN(UMPTN). Sebagian besar mahasiswa/i baru program sarjana Reguler di UI diterima melalui SPMB.
Gerbang 2. PPKB
Dalam rangka pemerataan kesempatan, UI mengirimkan undangan kepada siswa SMU yang berprestasi di seluruh wilayah Indonesia untuk masuk UI tanpa seleksi.Program ini dahulu bernama PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan ) kemudian berubah nama menjadi PPKB (Program Pemerataan Kesempatan Belajar). Untuk standarisasi mutu, khusus bagi Mahasiswa yang diterima melalui PPKB harus mengikuti program martikulasi mata kuliah tertentu selama kurang lebih empat minggu. Siswa SMU yang mendapatkan undangan, harus datang sendiri pada saat pendaftaran, jika tidak maka dianggap mengundurkan diri.
Gerbang 3. Kelas Internasional (Twinning Program )
Lima Fakultas di UI yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi menyelenggarakan kelas internasional bekerjasama dengan Universitas-universitas terkemuka di Australia untuk program sarjana dengan gelar ganda (Double Degree). Seleksi dilakukan di masing-masing Fakultas , dan umumnya terdiri atas seleksi secara Akademik dan Bahasa Inggris. Keuntungan kelas internasional adalah diperolehnya gelar ganda dari UI dan dri universitas mitra di Australia. Disamping itu biaya yang dikeluarkan lebih murah jika dibandingkan dengan kuliah sarjana secara penuh di Australia. Penjaminan mutu dilakukan UI dengan memilih Universitas mitra terbaik di Australia yang memiliki reputasi Internasional.
semoga bermanfaat !
Copy from : Buku Go To Campus
Rabu, 18 Januari 2012
Budaya Kami,Cinta Kami
Pengertian Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Wujud kebudayaan daerah di Indonesia
Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda.
Rumah gadang, rumah adat sumatera barat
- Aceh: Rumoh Aceh
- Sumatera Barat: Rumah Gadang
- Sumatera Selatan: Rumah Limas
- Jawa: Joglo
- Papua: Honai
- Sulawesi Selatan: Tongkonan (Tana Toraja), Bola Soba (Bugis Bone), Balla Lompoa (Makassar Gowa)
- Sulawesi Tenggara: Istana buton
- Sulawesi Utara: Rumah Panggung
- Kalimantan Barat: Rumah Betang
- Nusa Tenggara Timur: Lopo
- Maluku: Balieu (dari bahasa Portugis)
Tarian
- Aceh: Saman, Seudati
- Sumatera Utara: Tortor (batak Toba & Simalungun), Tari Sapu Tangan , Tari Adok , Tari Anak , Tari Pahlawan , Tari Lagu Duo , Tari Perak , Tari Payung (Pesisir Sibolga/Tapteng)
- Riau: Persembahan, Zapin, Rentak Bulian, Serampang Dua Belas
- Kepulauan Riau: Madah Gurindam
- Sumatera Barat: Tari Piring, Tari Payung, Tari Indang, Tari Randai, Tari Lilin
- Jambi: Sekapur Sirih, Selampit Delapan
- Bengkulu: Andun, Bidadei Teminang
- Sumatera Selatan: Bekhusek, Tanggai
- Lampung: Bedana, Sembah, Tayuhan, Sigegh, Labu Kayu
- Jawa: Bedaya, Kuda Lumping, Reog
- Bali: Kecak, Barong/ Barongan, Pendet
- Maluku: Cakalele, Orlapei, Katreji
- Betawi: Yapong
- Sunda: Jaipong, Tari Topeng
Tari jaipong, Tarian daerah Jawa Barat
- Timor NTT: Likurai, Bidu, Tebe, Bonet, Pado'a, Rokatenda, Caci
- Sulawesi Selatan: Tari Pakkarena, Tarian Anging Mamiri, Tari Padduppa, Tari 4 Etnis
- Sulawesi Tengah: Dero
- Gorontalo : Tari Saronde , Tari Elengge ,Tari Dana-Dana ,Tari Polopalo ,Tari Pore-Pore
- Irian Jaya: Musyoh, Selamat Datang, Yosim Pancar
- Nias: Famaena
Lagu
- Jakarta: Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan
- Maluku: Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, Tanase
- Melayu: Tanjung Katung
- Aceh: Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit
- Kalimantan Selatan: Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat
- Nusa Tenggara Timur: Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa
- Sulawesi Selatan: Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong
- Sumatera Utara: Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli
- Papua/Irian Barat: Apuse, Yamko Rambe Yamko
- Sumatera Barat: Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu
- Jambi: Batanghari, Soleram
- Jawa Barat: Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang
- Kalimantan Barat: Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Sungai Sambas Kebanjiran, Alon-Alon
- Sumatera Selatan: Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai
- Banten: Dayung Sampan
- Sulawesi Utara: Esa Mokan, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo
- Jawa Tengah: Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, Stasiun Balapan
- Nusa Tenggara Barat: Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
- Kalimantan Timur: Indung-Indung
- Jambi: Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang
- Kalimantan Tengah: Kalayar
- Jawa Timur: Keraban Sape, Tanduk Majeng
- Bengkulu: Lalan Belek
- Bali: Mejangeran, Ratu Anom
- Sulawesi Tenggara: Peia Tawa-Tawa
- Yogyakarta: Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah
- Sulawesi Tengah: Tondok Kadadingku, Tope Gugu
- Sulawesi Barat: Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
- Gorontalo: Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi
Musik
- Jakarta: Keroncong Tugu.
- Maluku:
- Melayu: Hadrah, Makyong, Ronggeng
- Minangkabau:
- Aceh:
- Makassar: Gandrang Bulo, Sinrilik
- Pesisir Sibolga/Tapteng: Sikambang
- Jawa Barat: karawitan
Alat musik
Gamelan
- Jawa: Gamelan, Kendang Jawa.
- Nusa Tenggara Timur: Sasando, Gong dan Tambur, Juk Dawan, Gitar Lio.
- Gendang Bali
- Gendang Simalungun
- Gendang Melayu
- Gandang Tabuik
- Sasando
- Talempong
- Tifa
- Saluang
- Rebana
- Bende
- Kenong
- Keroncong
- Serunai
- Jidor
- Suling Lembang
- Suling Sunda
- Dermenan
- Saron
- Kecapi
- Bonang
- Angklung
- Calung
- Kulintang
- Gong Kemada
- Gong Lambus
- Rebab
- Tanggetong
- Gondang Batak
- Kecapi
- Kesok-Kesok
Gambar
Patung
- Jawa: Patung Buto, patung Budha.
- Bali: Garuda.
- Irian Jaya: Asmat.
Pakaian
- Jawa: Batik.
- Sumatra Utara: Ulos, Suri-suri, Gotong.
- Sumatra Utara, Sibolga: Anak Daro & Marapule.
- Sumatra Barat/ Melayu:
- Sumatra Selatan Songket
- Lampung: Tapis
- Sasiringan
- Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur
- Bugis - MakassarBaju Bodo dan Jas Tutup, Baju La'bu
- Papua Timur : Manawou
- Papua Barat : Ewer
- NTT:
Suara
- Jawa: Sinden.
- Sumatra: Tukang cerita.
- Talibun: (Sibolga, Sumatera Utara)
- Gorontalo: (Dikili)
Sastra/tulisan
- Jawa: Babad Tanah Jawa, karya-karya Ronggowarsito.
- Bali: karya tulis di atas Lontar.
- Sumatra bagian timur (Melayu): Hang Tuah
- Sulawesi Selatan Naskah Tua Lontara
- Timor Ai Babelen, Ai Kanoik
Makanan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar masakan Indonesia
- Timor: Jagung Bose, Daging Se'i, Ubi Tumis.
- Sumatera bagian Barat: Sate Padang
- Sumatera bagian Selatan: Pempek Palembang
- Jakarta: Soto Betawi
- Jogjakarta: Gudeg
- Jawa Timur: Rawon
- Gorontalo: Binde Biluhuta
- Sulawesi Utara: Bubur Manado(Tinutuan)
- Sulawesi Selatan: Coto Makassar, Pallubasa, Es pisang hijau
Kebudayaan Modern Khas Indonesia
- Musik Dangdut: Elvie Sukaesih, Rhoma Irama.
- Film Indonesia: "Daun di Atas Bantal" (1998) yang mendapat penghargaan Film terbaik di "Asia Pacific Film Festival" di Taipei.
- Sastra: Pujangga Baru.
Langganan:
Postingan (Atom)


